Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

cinta seindah rumah pohon ( part 3 )

cinta seindah rumah pohon (part3)

"sret... sret.... sret....." tasya yang sedari tadi sibuk menulis sesuatu disebuah buku dengan sampul berwarna hijau biru di rumah pohonya tidak menghi-raukan hal lain disekitarnya. dengan rambutnya yang terus terkibar diterpa
angin sejuk sore tasya terus bersema-ngat menulis ceritanya. seperti impiannya untuk menjadi seorang penulis novel, tasya terus menuliskan kata demi kata yang terkarang indah di sebuah cerita setiap harinya di atas rumah pohon kesayangannya itu.
"ehm. lagi ngapain?" tegur gen yang tiba tiba muncul dan mengambil posisi
duduk disebelah tasya.
tasya tak menghiraukan teguran gen. tasya hanya memandang aneh kearah gen. dan sesaat kemudin kembali me-nunduk melanjutkan novelnya.
"buset deh. nih cewek sok jual mahal amat" gumam gen pelan.
"denger" ucap tasya dengan nada bica-ra yang sama seperti cara bicara gen biasanya.
"alah. sok maungacangin gue tapi tetep
dijawab juga" hujat gen jengkel
"bodok" jawab tasya singkat
"belagu banget sih lo jadi cewek!" ben-tak gen kesal
"em. saran lo bagus juga" puji tasya memandang gen sambil tersenyum ma-nis. lalu menuliskan ucapan gen barusan kedalam ceritanya
"saran? eh. lo ngapain sih?!" sangking penasaran. gen akhirnya menarik buku karangan tasya
"woi! balikin buku gue!" tasya berusa-ha mengambil kembali bukunya
"gak"
"balikin" pinta tasya manja
"enggak" jawab gen yang terus menja-uhkan buku itu dari jangkauan tasya
"PLAK!" buku itu terjatuh genggaman gen. dan terjatuh kebawah
"lo apaan sih! buku gue jatoh kan!" pe-kik tasya menekuk bibir merahnya
"salah lo. makanya jadi orang jangan pelit pelit" hujat gen tak mau disalah
"gue? lo uang ke kekepoan" bantah tasya memandang sinis gen. "awas!" seru tasya menggebuk kasar punggung gen.
"apaan?" elak gen melirik kearah tasya
yang merangkak ingin keluar
"gue mau keluar" jawab tasya hampir tanpa expresi
"eh." gen menarik tangan tasya hingga tasya terduduk kembali dihadapannya
"apaan sih!' tasya meronta berusaha melepaskan tangannya dari genggam gen. karena kesal, tasya langsung menggigit tangan gen yang tak mau melepaskan tangan gen yang meng-genggam erat lengannya.
"AWH" rintih gen kesakitan. gen meni-upi tangannya yang habis digigit tasya.

tanpa rasa bersalah, tasya yang telah terbebas dari genggaman gen langsung turun kebawah mengambil bukunya dan pergi meninggalkan gen yang ma-sih berada diatas rumah pohon.



"dasar cowok aneh! nyebelin! dingin! angkuh! kasar! gak tau sopan santun! tukang maksa! ih! nyebelin!" gumam tasya melimpah seluruh amarahnya pada sebuah bantal berwarna pink.
"..... tapi dia perhatian" ucap tasya sambil memeluk bantal yang sama yang baru saja ia pukuli.
gak tasya! dia udah buat lo kesel
jadi lo harus bales dendam. tapi......
salah gue juga sih udah ngacangin
dia, terus gigit tangannya lagi. apa
gue minta maaf aja kalik ya? tapi
dia juga banyak salah kok sama gue.
tapi... apa yang dia bilang semuanya
bener. yaudahlah. hari ini gue
minta maaf dulu aja. besok baru gue
mulai pembalasan dendam gue.
"tapi kalau gue minta maaf doang, dia pasti langsung nyela. jadi gimana dong?" tasya terus meneru menggigit bibir bawahnya yang bewarna merah itu sambil terus memandang daerah di sekitarnya. hingga pandangannya ter-henti pada sebuah gelas berisi jus yang
ditaruhnya diatas meja belajarnya. "gue punya ide!" pekik tasya sembari memetikkan jarinya.
"tap... tap... tap..." tasya berlari menu-runi anak tangga menuju dapur
"em... yang mana yang enak ya?" gu-mam tasya sambil melihat lihat bebe-rapa buah didalam kulkas "nah ini dia" ucap tasya dengan girangnya me-ngambil buah mangga yang telah ma-tang.
"DAP!" tasya menup kembali pintu kul-kas itu
"gimana cara bikinnya ya?" tanya tasya pada dirinya sendiri sambil me-ngotak atik blender yang sudah ada di
atas meja
"ah, bodok. yang penting jadi. enak gak
enak mah bodok amat." ucap tasya sembari mengupas mangga pilihan-nya dengan rasa percaya diri, tasya langsung memotong mangga itu da-lam beberapa bagian. lalu memasuk-kannya kedalam blender.
"yap! tinggal colokkin deh." ucap tasya seraya menyambungkabkabel blender kestop kontak
"DERRT....." seketika blender menghan-curkan semua daging mangga yang tasya masukkan. setelah selesai, tasya menuangkan jus mangga itu kedalam gelas kaca
"emm...., enak gak ya?" gumam tasya sembari memandangi gelas kaca yang telah terisi penuh dengan jus mangga.
"coba dikit deh" tasya menuangkan sisa jus dalam blender itu kedalam cangkir dan mencicipinya.
"HWEKK!" tasya memuntahkan jus mangga yang baru masuk kedalam mulutnya
"ah...." keluh tasya membuka lebar mulutnya. secepat mungkin tasya me-nuangkan segelas air dan meminum habis airnya.
"hah...." hela tasya lega
"GILA ASEM BANGET!" pekik tasya me-mandang kecut jus buatannya. "kayak-nya gue gak pernah deh minum jus se-asem ini. gak enak banget! em.... tam-bah gula aja deh" gumam tasya sambil melihat alat alat dapur didekatnya
"BUN.... GULANYA DIMANA.....?" tanya tasya menjerit
"ITU DISAMPING GAREM SAYANG....." pekik bunda dengan alunan yang te-tap halus
"disamping garem?" tasya memperhati-kan bumbu bumbu dapur didekatnya.
"nah ini dia" tasya mengambil 2 buah toples yang hampir sama
"yang mana gulanya?" tasya mengang-kat ke2 toles itu tepat dihadapan mata-nya. "em..." tasya memperhatikan ke2 toples itu dengan seksama.
"BUN... GULA YANG MANA SIH?!" pe-kik tasya mulai kesal
"ITU.... YANG TUTUP TOPLESNYA WAR-NA BIRU....." seru bunda tasya
"DUA DUANYA WARNA BIRU!" tasya menjerit kembali.
"YANG DIPOJOK LEMARI LOH...." jawab
bunda
"tadi yang dipojok yang mana ya?" tasya terus bertanya tanya sembari memandang ke2 tangannya yang seda-ri tadi telah memegang 2 toples uang sama "yang ini kalik ya" tasya menga-ngkat lebih tinggi toples ditangan kiri-nya dan menaruh kembali toples yang lain.
"DERRT...." suara blender itu terdengar
nyaring kembali


"tok tok tok" tasya mengetuk pintu ru-mah genta beberapa kali dengan tang-an kanannya memegang segelas jus mangga dingin.
"Ckrek" seseorang membuka pintu
"ada apa tasya?" tanya tante nina lembut
"em.... gennya ada tante?" tanya tasya sambil menyembunyikan jus mangga buatannya dibalik punggung.
"gen....? oh ya ada mau dipanggilin?"
"gak perlu tante. tasya aja yang masuk boleh?"
"boleh dong. ayo masuk. jangan malu malu" sambut tante nina
"ya tante" ucap tasya seraya melang-kah masuk
"gimana?" tanya tante nina membuka pembicaraan diantara mereka. semba-ri mengantar tasya kekamar gen.
"gimana apanya ya?" tasya tak me-ngerti.
"kalian sekelas?" tanya tante nina ter-senyum kecil
"a? em..." jawab tasyamenganggukkan kepala
"kemari katanya belum ketemu" tante nina mengingatkan jawaban asal tasya
kemarin
"a? em..... oh iya itu. tasya lupa" tasya menyengir malu
"nih kamar gen" tunjuk tante nina pada sebuah kamar dengan pintu ber-corak batik.
pintu kamar gen kok beda sendiri
ya? kamar lain nuansanya eropa.
kamarnya sendiri yang ala ala
Indonesia abad pertengahan.
emang dasar cowok aneh
"tasya tante tinggal dulu ya. nanti to-long bilangin sama gen buat ganti per-bannya ya"
"perban? emang apanya yang luka tante?" tanya tasya penasaran
"tangannya" jawab tante nina singkat
tangannya? apa jangan jangan
karena tadi sore gue gigit ya? ah
gak mungkin. masak digigit aja
sampek di perban sih?
"emang tangannya kenapa tante?" tasya menundukkan kepala
"katanya sih tadi sore abis digigit an-jing" jawab tante nina sambil tertawa kecil
anjing? dia anggep gue anjing gitu?
tasya? si cewek cantik, manis dan
anggun ini? dia nyetarain gue sama
ANJING?! OH MY GOT!
"tante tinggal ya" ucap tante beranjak pergi.

"CKREK" tasya membuka pintu kamar gen. kamar itu penuh dengan karya karya khas Indonesia yang terpampang hampir diseluruh dinding kamar.
"ehm" tasya mencoba menegur gen yang seperti biasa selalu asyik dengan novel novel love storynya.
"mah. gen kan udah bilang. gen gak papa." gumam gen tanpa melirik tasya yang sedang menghampirinya.
"gen" panggil tasya pelan
mendengar panggilan tasya, gen lang-sung mengalihkan pandanganinya ke-sumber suara
"lo?! ngapain lo disini?!" gertak gen dingin.
" gue mau. ow.mau...." tasya mulai ge-lagapan saat gen mendekat kearahnya

"sret" gen membuka bajunya sembari terus melangkah kearah tasya yang ta-ngannya gemeyar memegang gelas.
"lo mau ngapain?" tanya gen dengan senyum menggoda
"gue..... gue mau...." tasya menutup ke2 matanya sambil mengangkat gelas yang ia pegang sampai setinggi wajah
"ckrek" gen membuka jendela yang berada tepat dibelakang tasya.
tak lama tasya mencoba untuk mem-buka matanya perlahan.
"ha?" tasya membalikkan badannya kebelakang. "jendela? e... elo mau ngapain?" tanya tasya terbata bata.
"panas. gue hak tahan. pengep." jawab gen sembari meniup niupi poni ram-but tasya yang berada dihadapannya
"lo mau ngapain?" tanya gen kembali dingin.
"a? em.... gue mau minta maaf soal yang tadi sore" kata tasya dengan wajah tertunduk.
"tadi sote? tentang apa?" pancing gen
"soal..... soal.... gue gigit tangan lo" ja-wab tasya gelagapan.
"oh iya. gue baru inget kalau lo yang udah gigit tangan gue. gue sih ingetnya
gue abis digigit ANJING liar yang ingus-nya masih meler gitu" ucap gen meny-indir tasya.
"lo anggep gue ANJING gitu?!" tasya emosi
"mungkin" jawab gen hampir tanpa expresi.
gila ya! seumur umur gue belim
pernah mgerasa sehina ini! nih
orang emang mulutnya gak bisa
dijaga!
"nih gue cuma mau ngasih ini!" seru tasya sambil memegangkan jus buatan nya di genggaman gen "makasih atas hinaannya yang tiada henti. oh ya. gelasnya jangan lupa. entar dibalikin" ucap tasya seraya melangkah pergi dari hadapan gen.
"woi cewek ling lung." panggil gen pelan
"apa lagi?!" tanya tasya tanpa mene-ngok kearah gen
"lo. salah jalan" kata gen sambil me- nunjuk kearah yang benar.
"oh iya. makasih!"ucap tasya sembari memutar arah jalannya sambil mena-han malu
"DAP!" tasya menutup pintu kamar gen
dan melangkah pulang kerumahnya dengan bibir yang ia tekuk perlahan menahan air matanya.
"apaan nih" gen memperhatikan jus pemberian tasya dengan segores senyum dibibirnya yang kemerahan
"srup" gen mencoba jus yang terlihat agak aneh itu
"HWEEK!" gen memuntahkan kembali jus mangga yang baru saja diminumnya
"nih orang niat gak sih bikinin gue jus? dia pikir gue mau apa minum jus rasa garem? ASIN BANGET!" keluh gen kesal

bagian 4

Post a Comment for "cinta seindah rumah pohon ( part 3 )"