Cinta seindah rumah pohon ( part 2 )
"ah... Akhirnya sampaik juga" gumam tasya memasuki kelas dengan nafas terenangah engah. "hah..." tasya mengatur nafas sejenak. dan mulai melangkah kebangkunya
"telat lagi sya?"tanya vita sembari menghampiri tasya sampil mengemut permen loly pop miliknya yang baru ia
beli dikantin sekolah
"dasar cewek males. sekolah aja telat mulu" sahut gen yang sedang asyik membaca novel love story tanpa melirik tasya yang berada tepat disam-pingnya
tasya tak mengubris ucapan gen sedi-kitpun
"sya lo gak mau jawab?" tanya vita berbisik
"mau dijawab apaan emang benerkan"
jawab tasya lesu
"ehm. "gen mendengung "nih" gen menyodorkan sebotol air mineral kepada tasya.
"gue GAK MAU! nerima minuman dari lo" tolak tasya mentah mentah
"oh yaudah gue juga males ngasih minumannya sama cewek cengeng cerewet, teledor, belagu lagi" timpal gen tiada henti
"ya udah, ngapain lo tawarin?"tasya balik bertanya
"gak tau ya. bingung juga" gen mencari
cari alasan
"uh! dasar gak ada basa basinya sama sekali." celoteh tasya dengan bibirnya yang ia manyunkan
"apa?" pacing gen
"gak. GAK ADA APA APA!" pekik tasya setengah berteriak
"bagus deh"
"issshh." desah tasya kesal
"teeeetttttt!!!" bel istirahat pun berbu-nyi. satu persatu siswa pergi meninggal
kan kelas. keadaan kelas itu sekarang hampir kosong. hanya ada tasya dan vita yang baru menyelesaikan tugas kelas mereka
"kantin yuk sya, perut gue udah laper nih" ajak vita seperti biasa selalu merasa lapar.
"gue juga laper sih. tapi....."
"tapi apa? sibuk? males? atau... lupa bawa uang?" tanya vita yang sudah hafal benar perilaku temannya itu
"hm.... he he he...." tasya tersenyum polos
"uh. ngeselin lo"
"ya... abis gimana? gue kan buru buru. gue juga gak mau kalik kelupaan ka-yak gini." jawab tasya sembari menyenderkan kepalanya didinding ujung kelas
"makanya. jangan buru buru. entar kuping lo ketinggalan lagi" sambar gen
tiba tiba datang dengan nampan berisi semangkuk bubur dan beberapa cami-lan ringan "nih" gen menyodorkan nampan tersebut kepada tasya
nih anak kenapa sih? kayaknya
dari tadi pagi perhatian banget.
"eng....gak deh" tolak tasya sambil men-curi curi pandangan kearah makanan yang gen bawa
"jangan belagu. lo mau perut lo bolong
dimakan cacing?" bisik gen menakut nakuti tasya
"thank" ujar tasya langsung menarik nampan itu dari tangan gen dengan wajah yang hampir tanpa expresi
uh. untung aja nih anak dateng
tepat pada waktunya. tapi gue
curiga kayaknya nih anak ada
maunya. kan gak mungkin dia
sebaik ini sama gue
"thank's doang?" ucap gen semakin meyakinkan firasat tasya
tuhkan sudah ketebak!!!!
"terus lo maunya gue ngapain? lo ping-in gue bilang makasih sambil jungkir balik gitu?" celoteh tasya berlebihan
"em.... boleh juga. siapa tau banyak yang ngasih saweran kan lumayan buat uang jajan lo sebulan" jawab gen dengan alis setengah terangkat
"ih! gak! enggak! yaudah lo maunya apa?!" tanya tasya yang terus memba-yangkan keadaan ketika dia harus me-lakukan hal yang sangat memalukan itu
"gak muluk muluk kok. Gue cuma mau lo nemenin gue makan siang abis pulang sekolah" jawab gen
"sori gue gak bisa. Entar gue dicariin bunda" jawab tasya sambil tersenyum sok manis kearah gen. Sesaat kemu-dian berubah jutek kembali
"gak. Lo gak bakal dicariin" jawab gen dingin sedikit membentak
"sok tau lo!"
"tau lah"
"tau dari mana?"
" kepo lo. Pokoknya lo harus pulang sama gue. Ngerti?"
Tasya terdiam
"ngerti gak?"
"iya." jawab tasya pada akhirnya "oh iya, kok gue bisa pulang sama lo?" tanya tasya agak bingung
"gak tau" ucap gen dingin seraya pergi meninngalkan kelas
"ih. Cowok aneh." gumam tasya lang-sung melahap bubur dari gen
"teeeeeeetttttttt!!!!!" bunyi bel terdengar nyaring diakhir pelajaran sekolah. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang keru-mah. Tasya langsung bangkit dari kur-sinya dan mulai melangkah keluar kelas.
"EH. Sya lo mau kemana?" jerit vita seraya berlari kearah tasya yang telah terhenti langkahnya karena jeritan kencang vita padanya
" ya pulang lah. mau kemana lagi?" jawab tasya yang telah lupa dengan janjinya pada gen tadi.
"emang lo lupa punya janji?"vita mengingatkan
"jinji...... Emm..... Kayaknya gak ada"
"tadi kan lo janjian sama gen"
"gen..... Oh iya. em.... Gak papa deh. Gue capek. Mau pulang aja" ucap tasya dengan santainya dan mulai melangkah kembali.
"ehm..... Mau kemana?" tegur gen dari belakang
Mati gue! Pakek ketauan lagi! Ih!
ngeselin banget sih! Kenapa dia
mesti muncul sih?! Ah bodok! Gue
gak mau nemenin dia. Apa lagi
kalau harus ketimpa sial gara gara
dia!
"Gue..... Gue..... Gue mau pulang. Kena-pa? Masalah buat lo?" kata tasya san-tai dan tak peruli apakah gen akan marah atau tidak
"oh. Yaudah. Pulang sana" ucap gen pelan
"huh" tasya menarik nafas lega
"lagi pula lo gak bakal dijemput." tambah gen sambil melipat kedua tang-annya diatas dada
"loh kok....?" tasya heran
"iya sya tadi bunda lo bilang kalau lo harus pulang sama gen. Soalnya ayah lo lagi ada urusan mendadak" sambar vita
"gimana? Gak berani kan lo? pulang sendiri? Jadi lo harus turutin semua perintah gue" ujar gen tersenyum licik
"s.....siapa bilang? Gue berani kok pu-lang sendiri" jawab tasya percaya diri
"sya lo yakin? Lo bilangkan lo pernah nyasar seharian gara gara ngejer mo-bil temen lo" bisik vita
tasya terdiam dengan kepala tertunduk
"ayo" gen menarik tangan tasya dan menbawanya pergi
"lo mau ngajak gue kemana sih?kok gak nyampe nyanpek?" tanya tasya yang mulai bosan terus duduk dimobil dengan gen yang hanya diam memper-hatikan laju mobilnya
"terserah gue dong. Mau kemana aja itu urusan gue. Jadi lo gak usah bany-ak tanya!" jawab gen kasar
uh! Ngeselin banget sih! Emang
dia siapa coba?! Terus terusan
nyuruh gue diem dengan kata kata
yang pelan tapi pedes itu. Emang
kenapa coba kalau gue nanya? Hak
gue kan tau kemana gue dibawa? Ni
orang jangan jangan......
"lo mau ngerjain gue ya?!" tanya tasya dengan mata besar dan manis
"ngabisin waktu" jawab gen singkat
"ha! Jangan jangan lo mau ngapa nga-pain gue lagi! Yah.jangan dong gue masih mau sekolah" kata tasya merasa sangat cemas dengan pikiran-nya yang mulai mengada ada
"eh! gila lo ya?! ngaco tau gak! gak mungkinlah gue mau ngapa ngapain lo. selera gue lebih tinggi dari lo" ja-wab gen kesal
"terus lo ngajak gue muter muter mau ngapain?!" tanya tasya jengkel
"ciiiiitttttt!!!!" mobil gen terhenti seca-ra tiba tiba ditengah jalan raya yang tidak terlalu ramai. gen memarkirkan
mobilnya dipinggir jalan itu
"loh. kok berhenti?" tanya tasya heran
"jalan salah. berhenti salah. udah cepet turun." seru gen tegas
"turun?!" tasya bingung
"atau mau nunggu dimobil?" gen mem-beri tawaran
"eh. enggak gak mau"
"cepet turun" seru gen kasar
"iya" tasya membuka pintu mobil dan melangkah keluar dari mobil sport biru gen.
"yuk" gen menarik tangan tasya pergi kerestoran khas Indonesia di pinggir jalan itu
"ba. pesan nasi goreng 2, randang 2, pecel 2, pecel lele 2, sama sate 2 porsi. terus minumannya jus alpukat 2. udah itu aja" gen memesan makanan pada seorang pramusaji restoran itu
"gue gak disuruh milih nih?" tanya tasya yang berada disebelah kiri gen
"udah gue pesenin yang sama kayak gue" jawab gen sambil menggandeng tangan tangan tasya kearah bangku yang telah dia dapatkan. dengan meja persegi panjang yang bermuatan dua kursi kayu bercorak batik.
"ini pesanannya" ujar seorang pramu- saji sembari menata makanan pesanan
mereka diatas meja
"makasih" ucap gen terlihat ramah
gila! nih orang makan apa makan.
pesanannya banyak banget.
"susah juga ya nyari restoran khas Indonesia disini." gumam gen yang ter-lihat sangat kelelahan
susah? wah gak waras nih orang.
jelas jelas rumah makan pada
berjejer teratur dipinggir jalan. ini
restorannya yang kekecilan atau
matanya yang gak bisa liat sih? em..
apa jangan jangan ada orang lain
yang dia ajak kesini? tanya aja deh
"em... gen lo ngajak orang lain kesinia ya?"tanya tasya sedikit ragu kalau ka-lau gen akan marah padanya dan me-ninggalkannya sendiri direstoran itu
"........ enggak" jawab gen tanpa hentin-tinya terus melahap makanan yang telah ia pesan setengah jam yang lalu
"kenapa nanya nanya?" gen balik ber-tanya
"a? eng......enggak gak papa. cuma ka-yaknya lo mesen terlalu banyak deh" ucap tasya heran melihat banyaknya makanan yang gen pesan
"gak salahkan gue makan makanan dalam negri"
"hm.gaya lo kayak yang udah tinggal diluar setahun aja." celoteh tasya men-coba menahan tawa mendengar perka-taan gen yang terdengar aneh baginya. "srup" tasya menyeruput jus alpukat pesaman gen untuknya.
"sepuluh tahun" sambar gen dengan santainya terus memakan makananya seolah apa yang dia bicarakan itu me-rupakan hal yang terdengar wajar.
"uhuk.....uhuk....uhuk....." tasya langsu-ng tersedak mendengar perkataan gen yang tak masuk akal baginya itu.
"eh. lo gak papa?" tanya gen cemas "nih. minum" ucap gen sembari menyodorkan segelas air putih yang langsung tasya teguk hingga telak "he-ran gue. lo minum aja bisa keselek" hujat gen kembali dingin
"ya abis lo ngomongnya ngacok tau sih" jawab tasya jengkel terus disalah-kan oleh gen
"ngaco?! eh! gue gak suka ngrang ceri-ta kayak lo!" sangkal gen terus meman-dang tajam mata tasya
"gak ngarang? 10 tahun diluar gak mungkin bahasa indonesia lo selancar ini kan?!" seru tasya sedikitpun tak percaya dengan ucapan gen
"hmm..." gem menahan tawa "emang gue kayak lo apa?" sindir gen sembari menyodokkan sesendok nasi goreng kedalam mulut tasya yang terus terbu-ka lebar.
"ih! biasa aja kalik. nih, nih makan." gumam tasya yang mulutnya masih penuh dengan nasi menyogok mulut gen dengan 3 tusuk sate sekaligus hing-ga membuat gen hampir tersedak
ternyata gen gak seburuk yang gue
kira. dan ternyata gen lebih enak
diajak ngobrol kalau lagi makan
dari pada pas lagi baca novel novel
nya yang tiap hari berubah buku
itu. tapi lucu juga liat gen mulutnya
penuh. gak jauh beda sama ikan
buntel yang lagi keracunan air kali
ciliwung.

Post a Comment for "Cinta seindah rumah pohon ( part 2 )"