Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cinta seindah rumah pohon ( part 1 )


prolog

"bikin apa sih" tanya genta yang penasaran dengan apa yang sedang tasya tulis disebuah buku dengan sampul berwarna biru putih. seperti biasa, mereka menghabiskan waktu bermain mereka diatas rumah pohon yang terletak dihalaman depan rumah mereka yang menyambung. mereka selalu bermain bersama meskipun selalu diwarnai pertengkaran kecil diantara mereka
"liat dong" pinta genta yang berusaha merebut buku itu dari tangan tasya
"eits gak boleh" tasya menarik jauh bukunya dari jangkauan genta
"kok gak boleh?biasanya setiap tasya buat cerita genta boleh liat" kata genta heran
"ih! ini beda tau! ini tentang rumah pohon gitu. tapi tenang aja kalau ceritanya udah jadi nanti genta boleh liat kok" jelas tasya panjang lebar
"em... gak janji"
"kok gitusih?! ini ceritanya tenteng kita loh!" ucap tasya sedikit memaksa
"gimana ya..." pikir genta ragu
"ceritanya sebentar lagi selesia kok paling besok juga udah jadi" sambar tasya yang masih kekanak kanakan
" i..iya deh" jawab genta dengan senyum bercampur cemas

keesokan harinya tasya pergi kerumah genta lebih awal dari biasanya umtuk menunjukan cerita barunya pada genta

"yap! selesai" pekik tasya seraya berlari meningalkan meja belajarnya. tasya bergegas pergi kerumah genta dengan membawa sebuah buku ditangannya
" tap tap tap..." langkah tasya terhenti didepan rumah genta. hampir semua perabotan rumah genta diangkut satu persatu kedalam mobil jasa pemindahan. dari kejauhan tasya tasya melihat seorang anak laki laki melambaikan tangan sambil berlari kearahnya
" tasya" panggil genta seraya menghampiri tasya
"genta mau kemana?" tanya tasya memanyunkan bibirnya
"genta mau pergi"jawab genta dengan raut wajah sedih
"loh kok genta gak bilang sama tasya" tanya tasya kecewa
"t...takut" jawab genta gugup
"takut apa?"
"takut tasyanya ngomel"
"ih! genta jahat" rengek tasya manja
"genta ayo cepet kita udah mau berangkat" ucap ibu genta sambil menggandeng tangan genta . membewa genta pergi kearah mobil mereka
"tap tap tap..." genta menghentikan langkah kakinya sejenak, lalu membalikkan badannya dan tersenyum tipis kearah tasya yang wajahnya sudah terlihat murung
" tasya jangan sedih dong genta perginya gak lama kok. nanti kita bisa main bareng lagi. oh iya ceritanya juga pasti aku baca kok" gumam genta meyakinkan tasya
"hem" tasya mengangguk pelan sambil menahan rasa tangisnya
"dah"genta melambaikan tangannya kearah tasya.lalu sedetik kemudian ia telah memasuki mobil bersama ayah dan ibunya

"geennggg"suara mesin mobil genta yang telah pergi menjauhi halaman rumah tasya

"GENTA!!!" jerit tasya seraya berlari mengejar mobil genta yang melaju cepat dan mulai menghilang dari pandangan mata tasya. tasya yang masih berumur 8 tahun itu terus berlari tanpa henti. hingga ia menyadari bahwa apa yang ia lakukan itu hanya sia sia belaka. dan akhirnya tasya memutuskan untuk tetap diam tanpa ingin mencoba mengejar kembali mobil genta


BAGIAN 1

10 tahun kemudian
"KRRRIIINNNGGG!" bunyi nyaring alarm itu membangunkan tidur nyenyak tasya semalam . dengan mata setangah terpejam, tasya berusaha untuk melihat waktu pada jam alarmnya. mata tasya yang semula mengantuk tiba tiba berubah melotot saat melihat waktu telah menunjukan pukul 07 : 10 am
"aaaaaaaa!!! gue telat lagi!" pekik tasya yang langsung bergegas mandi dan memakai seragam sekolahnya

" tap tap tap" tasya menuruni anak tangga rumahnya satu persatu. tasya berusaha mencari bundanya mulai dari kamar bunda sampai ruang ruang keluarga dilantai bawah
"bun....!" panggil tasya setengah menjerit
"ada apa tasya?" tanya bunda yang baru keluar dari rumah. dan langsung menghampiri tasya yang sedari tadi sudah menjerit tak karuan
"bunda ganti waktu alarm aku lagi ya?" tanya tasya dengan rengekan manjanya
"oh itu, iya. soalnya tadi kamu tidurnya nyenyak banget sih"
"ah bunda! aku jadi telat nih" tasya menghentak hentakan kakinya seperti anak kecil dengan lenkingan suaranya yang tinggi dan khas itu
"makanya kalau gerak yang cepet biar gak terlambat"
"huh" tasya menghela nafas sesaat "oh iya bun, jaket pink aku liat gak?"
"kan kemarin baru disetrika" jawab bunda sembari menyiapkan sarapan tanpa memperhatikan tasya yang tengah terburu buru itu "terus jaketnya dimana?" tanya tasya semakin panik saat melihat jam tangannya telah menunjukkan pukul 07:20 am
"ya dikamar belakang lah" jawab bunda pelan
"aduh udah telat banget lagi!" keluh tasya terus bergegas mencari jaketnya
"sayang pelan pelan dong" seru bunda yang tak tahan melihat tasya semakin panik tak jelas
"gak bisa bun...!" ucap tasya terengah engah. dia tak mau ini menjadi hari ke3nya terlambat masuk dalam ming-gu ini

akhinya tasya dapat mengambil jaketnya dikamar belakang. dari kaca jendela kamar itu pemandangan hala-laman depan rumahnya dapat terlihat sedikit jelas "huh" tasya mencoba me-ngatur nafasnya perlahan. tidak lama, tasya melihat seorang pria keluar dari rumah genta. dia terlihat cukup... ya... bolehlah
"loh emang rumah genta udah ditempatin? perasaan gak pernah dijual" gumam tasya bertanya tanya "apa jangan jangan..." tasya terhenti bicara untuk sesaat. matanya mulai melotot dengan mulut yang terbuka lebar saat melihat pria itu menaiki rumah pohon kesayangannya
"berani banget dia naik naik tanpa izin! pokoknya gue gak terima! gue harus samperin tuh orang!" ucap tasya seraya melangkah ke halaman depan

"eh! siapa lo?! ngapain lo naik naik rumah pohon gue?! seenak jidat lo aja! cepet turun!" seru tasya terus menarik narik kaki pria itu dari bawah hingga membuatnya harus berpegang erat pada kayu penyangga rumah pohon itu
" woi! jangan tarik tarik juga dong! kalau gue jatoh lo mau tanggung jawab?!" ancam pria itu
"ngapain gue harus tanggung jawab?! lo yang naik rumah pohon gue! lo pasti mau ngintipin gue ya kan?! ayo ngaku!" seru tasya terus menerus menghujat pria itu
"siapa yang mau ngintipin lo?! maaf ya, gue masih punya harga diri!" jawab pria itu tak terima
"terus ngapain lo masih diatas?!" kata tasya yang masih terus menarik narik kaki pria itu dari bawah
"kalau lo gak narik narik juga gue udah turun kalik"
"oww....." tasya langsung melepaskan kaki pria itu dengan wajah semakin memerah
ya kalik gue mau ngintipin cewek bawel kayak lo" gumam pria itu pelan. seraya turun dari rumah pohon itu dan beranjak pergi meninggalkan rumah pohon itu
"ngomong apa lo?!" gartak tasya
"lo,BAWEL."ulangnya dan langsung meninggalkan tasya
"ih! nyebelin banget sih!" seru tasya mengangkat sebuah pot bunga kecil untuk ia lemparkan kearah pria itu "emm... gak jadi deh mahal" kata menaruh kenbali pot bunga itu
"ttttiiiinnn!!!" klakson mobil ayah terdengar nyaring
"tasya cepetan udah siang ini" panggil ayah tasya
"oh iya.gue juga udah telat!" pekik tasya tersadar"iya yah" jawab tasya.semenit kemudian tasya sudah bersama ayahnya didalam mobil. dengan wajah dongkol tasya terus menerus mengomel tanpa hentinya. tanpa tasya sadari ayah telah memperhatikannya dari tadi
"tasya kamu kenapa?" tanya ayah heran
"a?oh,itu.eng...gak kok yah gak papa" jawab tasya menggaruk garuk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal itu

tak terasa 10 menit sudah berlalu. mobil ayah dan tasya sudah sampai didepan gerbang sekolah tasya yang sudah hampir tertutup rapat. seperti biasa tasya yang selalu tergesa gesa langsung berlari tanpa memperhati-kan daerah disekelilingnya. tiba tiba.....
"byuuuurrr....." sebuah mobil sport berwarna biru laut lewat didekat tasya dan mencipratkan lumpur basah kearahnya. hingga mengotori hampir seluruh bagian seragam yang tasya kenakan
"yah baju gue basah!" keluh tasya"woi tunggu! tanggung jawab dulu dong! baju gue kotor nih"pekik tasya keras hingga membuat mobil tersebut ter-henti mendadak
"tap tap tap" sepasang langkah kaki menghampiri tasya yang sedang mengusap kotoran dimatanya. langkah kaki itu milik seorang pria tampan yang memiliki postur tubuh cukup tinggi dan kulit putih. dengan kaca mata hitam nya dia tampak sangat rapih dan cool.
"eh, lo kan cowok gak tau malu yang tadi pagi naik rumah pohon gue tanpa izin kan? ngaku lo!" gumam tasya saat telah membuka matanya
"sial banget sih hidup gue. harus kete-mu lagi sama nenek lampir yang suka ngomong sembarangan kayak lo"ucap pria itu sedikit berbisik pelan
"enak aja ngomongin gue nenek lampir!"
"masa bodok" jawab pria itu santai
"ih! gak tau malu banget sih lo! udah naik rumah pohon gue tanpa izin, nyipratin gue lumpur, gak ngerasa bersalah lagi!"
"terus gue mesti perduli?"sambar pria itu dingin
"ih jadi cowok ngeseli banget sih! ati ati lo entar gak laku baru tau rasa"
"oh ya? yakin?" pancing pria itu
"ya. gue yakin. kalau orang kayak lo, pasti gak bakal laku. pasti!" celoteh tasya asal bicara
"what? gak ngerti. omongan nenek nenek emang sulit dimengerti" kata pria itu sekejap tanpa basa basi. lalu pergi meninggalkan tasya
"nenek? dia ngomongin gue?" gumam tasya tak mengerti " ha! gue lupa. gue kan udah telat" tasya bergegas pergi kearah gerbang sekolah yang sudah hampir tertutup itu

"terus mobilnya nyipratin lumpur kebaju gue! sampek akhirnya gue harus keruang piket buat minta seragam baru. bayangin ngeselin bangetkan tuh orang?!" kata tasya sembari terus menceritakan tentang kejadian sialnya tadi pada vita, teman dekat yang juga sekelas dengannya
"em... sya boleh nanya gak?" gumam vita menyambar ucapan tasya
"nanya apa?!"
"lo dari tadi ngomongin siapa sih?" tanya vita yang sama sekali tak mengerti satu pun ucapan tasya
"ih! itu loh...." tasya terhenti bicara saat ia menyadari bahwa miss maya sedang molotot kearahnya dan vita "vit" tasya menyenggol tangan vita beberapa kali
"apaan sih?" vita yang tak mengerti kode dari tasya langsung membalikkan badannya kebelakang."eh miss maya, kirain siapa" kata vita menyengir
"apa yang kalian lakukan disini?" tanya miss maya dengan mata melotot merah
"eng... gak kok miss" jawab tasya dan vita serempak
"cepat kembali kebangku kalian masing masing
"iya miss." jawab tasya dan vita serempak langsung duduk kebangku mereka masing masing

"ok, anak anak hari ini kita kedatang-an siswa baru. gen, silakan masuk" miss maya mempersialakan seorang siswa baru untuk memasuki kelas
"tap tap tap" sepasang langkah kaki seorang pria remaja memasuki ruang kelas. penampilannya yang sangat menawan membuat pera gadis menjerit histeris melihatnya kecuali tasya yang sajak awal sudah sangat kesal dengannya
"eh sya, liat deh tu cowok ganteng banget" gumam vita terus menyenggol tangan tasya
"vit, itu cowok yang gue ceritain tadi" ujar tasya berbisik
"serius lo sya?" tanya vita tak percaya
"ya serius lah. ngapain gue bohong." jawab tasya meyakinkan
"wah parah lo sya. masa berurusan dengan orang secakep dan seganteng dia" kata vita yang masih terpenga-ruh oleh pendangan mata gen yang terlihat sangat mempesona hingga mencuri perhatian semua orang
"ih. apaan sih? ganteng dari mana?!" bantah tasya sewot
"lo gak liat anak satu kelas pada terkesima dengan kegantengannya yang langka itu?"
"ngaur lo" jawab tasya dengan santainya tanpa memperdulikan ucapan vita

"gen, untuk sementara waktu kamu dapat duduk disamping bangku tasya ya" ucap miss maya sambil menunjuk kesebuah bangku yang berada tepat disamping bangku tasya
"loh kok gitu sih miss?" bantah tasya tak terima jika harus duduk bersebelahandengan gen yang telah dianggapnya sebagai pembawa sial sejak pertama kali mereka bertemu
"oh yaudah, kalau gitu biar gen duduk ditempat kamu, dan kamu dudul di bangkunya"
" yah, sama aja dong miss" keluh tasya
"kamu mau bantah miss lagi?!"
"eng...gak deh miss" jawab tasya menyengir
"gen silakan duduk" perintah miss maya ramah. ya... sepertinya dia hanya bersikap baik kepada gen
"makasih miss" ucap gen berterima kasih. lalu melangkah kearah bangku barunya. " lo liat kan? semua orang pada terkesima ngeliat gue?" bisik gen pelan sambil tersenyum sinis kearah tasya
"oh ya?"
"oh yes"
"tapi gue enggak tuh" kata tasya sombong dengan senyum manisnya yang menggoda
untuk beberapa saat gen terhenti bicara dan terus mamandang mata coklat tasya yang indah itu "entar juga lo ngejer ngejer gue" jawab gen sesaat kemudian
"ih dasar tukang ge-er!" hujat tasya ketus
"lo tukang siomay" jawab gen membalikkan hujatan tasya
"ih! lo kok jadi cowok ngeselin banget sih! " pekik tasya yang sudah sangat kesal. hingga membuat seluruh perhatian kelas tertuju padanya dan gen
"tasya, duduk." seru miss maya
"tapi miss dia yang mulai duluan" sahut tasya sambil menunjuk kearah gen
"enak aja. lo yang mulai duluan!" bantah tasya tak terima dengan tudingan tasya
"kok lo nyalahin gue sih?! jelas jelas lo yang mulai duluan!"
" loau nyari ribut sama gue?!"
"STOP!!!" sambar miss maya ditengah keributan antara gen dan tasya"kalian harus berdiri dilapangan sampai istirahat!" pekik miss maya hingga membuat keadaan kelas menjadi sunyi
"ta...tapi miss. istirahatkan masih 3 jam lagi" keluh taysa menekuk bibirnya
"atau mau ditambah?" miss maya memberikan tawaran
"gak miss" sambar gen dan tasya. mereka langsung berlari kelapangan dan melakukan perintah dari miss maya

sudah lebih dari satu jam tasya dan gen berdiri dibawah teriknya sinar matahari dengan mengangkat sebelah kaki dan menjewer telinga mereka satu sama lain. dan mereka masih ha-rus melanjutkan hukuman itu sampai
waktu isti rahat. itu artinya mereka harus tetap seperti itu selama kurang lebih 2 jam lagi.
'huh" tasya menghela nafas panjang
"gara gara lo sih!" seru gen berbisik
"kok gue sih?! apa coba salah gue sama lo?!"
"ya salah lah. gara gara lo, gue harus dihukum dihari pertama gue masuk." jawab gen ketus
"lo gak nyadar?! lo udah ngotorin seragam gue tadi pagi. terus lo ngomel ngomelin gue. lo gak tau malu banget sih!" gumam tasya mencoba mengi-ngatkan kesalahan kesalahan gen terhadapnya. "hiks hiks hiks" tasya berusaha menyeka air matanya agar tak terdengar oleh gen
"yah dia malah nangis lagi" keluh gen kebingungan"eh jangan nangis dong. sorry deh sorry" gen berusaha mene-nangkan tasya.
"huuuuuaaaaaaa!!!" tangis tasya se-makin menjadi jadi
"ah. dasar cewwk" gumam gen seraya merangkul tasya dipelukan hangatnya
"iya deh gue yang salah. lo jangan mangis dong, emang gak malu diketa-wain sama temen temen lo?"
"hem" tasya mengangguk pelan
hangat! Pelukannya hangat.
ternyata enak juga dipeluk sama
gen. Ih apaan sih lo sya enggak
banget deh! Lo harus ingat. Kalau
dia udah buat buat lo ketimpa sial
berturut turut. Tapi gak papa deh,
lumayan siapa tau nanti berguna.
he he he...


"ah! kaki gue pegel banget!" sengek tasya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur kamarnya yang nyaman dan empuk. tasya berencana untuk tetap diam dikamarnya. jadwalnya saat ini sedang padat untuk tidur siang sampai senja nanti. Belum sempat tasya tertidur, bunda sudah memanggil tasya terlebih dahulu hingga membuyarkan seluruh rencananya siang itu.
" tasya" panggil bunda dari lantai bawah
"huh" tasya menghela nafas. Tidak lama tasya beranjak dari kamarnya ke lantai bawah"iya bun. Ada apa sih? Aku capek banget nih" keluh tasya dengan keadaan setengah tidur
"tolong anterin bingkisan yang diatas meja depan itu kerumahnya genra ya" kata bunda yang masih sibuk membereskan dapur
"loh, emangnya mereka udah valik bun?" tanya tasya bingung
"iya. Mereka baru sampek tadi malam kamu yang anterin bingkisannya ya. Bunda lagi repot" ujar bunda sembari menyapu lantai dapur yang baru selesai direnovasi itu
"maknya bun.kita itu perlu pembantu. Biar bisa bantuin bunda beres beres" usul tasya
"us. Pakek pembantu cuma buat kamu males bantuin bunda. Udah, cepet kamu anterin sana bingkisannya" ujar bunda tegas
"iya iya" jawab tasya mulai melang-kah pergi kerumah genta dengan membawa bingkisan ditangannya

"tok tok tok" tasya mengetuk pintu ru-mah genta beberapa kali.
"asalam mualaikum" tasya mengucap salam
"waalaikum salam" jawab seorang wanita membuka sembari membuka pintu.
"a? Em... Hai tante nina" sapa tasya sambil melambaikan tangannya kearah wanita yang berada dihadapannya. Namanya tante nina ibu dari genta teman kecil tasya "aku disuruh bunda nganterin bingkisan. Tuh disebelah" tasya menunjuk rumahnya yang bersebelahan dengan rumah genta.
"oh. Kamu tasya kan?" teka tante nina
"iya tante" jawab tasya sok manis
"yuk masuk" ucap tante nina mempersilakan tasya untuk masuk"duduk dulu ya. Tante bikinin minum sebentar" ucap tante nina seraya pergi kearah dapur

" wow. Rumahnya bagus juga" gumam tasya sambil melihat lihat pernak per-nik ruang tamu yang bernuansa ero-pa itu. Tasya memperhatikan jejeran foto foto yang terpampang dididing ruangan. Kebanyakan adalah foto genta saat masih kecil salah satunya adalah foto genta dan tasya yang terli-hat masih sangat lugu. Tetapi ada salah satu foto yang sangat mencuri perhatian tasya.yaitu foto gen dengan ayah dan ibu genta yang sedang duduk diantara rerumputan segar. Sepertinya foto itu tidak diambil di da-erah jakarta atau mungkin diluar indonesia.
"tasya nih diminum dulu minuman-nya"tante nina datang dari arah da-pur dengan membawa nampan berisi minuman dingin dan beberapa camila. Ia menyuguhkan minuman dan cami-lan itu pada tasya
"eh gak usah repot repot tante" ujar tasya kalem
" enggak kok gak repot. Oh iya kamu seumuran dengan genta kan?" tanya tante nina mengubah topik pembica-raan
"a?em.... Iya tan" tasya yang masih merasa sedikit mengantuk. Tidal fokus dengan pertanyaan tante nina "berarti kamu sudah kelas 3 sma" "iya" jawab tasya polos
"tadi genta baru SMA didekat sini. kata binda kamu, juga sekolah disana"
"hem" tasya mangangguk pelan
"kalian sekelas?" tanya tante nina
"a? Em.... Kurang tau sih tan. Tapi kayaknya kita belum ketemu" jawab tasya sedikit asal. Sangat terlihat kalau tasya sedang tidak fokus dengan pembicaraannya dengan tante nina. Mungkin karena tasya sedang kelela-han dan merasa mengantuk "em. Tante tasya langsung pulang aja ya" kata tasya meminta izin
"loh kok buru buru? Gak mau ketemu genta dulu?"
"eng..... Gak deh tan. Lain kali aja"
"oh yaudah"
"permisi tante asalamualaikum" tasya mencium tangan tante nina dan beranjak pergi. Saat baru berjalan beberapa langkah keluar dari rumah genta, tasya yang berjalan dengan menundukan kepalanya tidak sadar bahwa ada seseorang dihadapannya

"duuuaaaakkk!!"tanpa sengaja tasya menabrak sesuatu yang keras hingga membuatnya terjatuh kelantai
Rengek tasya kesakitan. Sesaat kemudi-an tasya memutuskan untuk mengang-kat kepalanya. Disaat itu tasya menya-ri kalau gen sudah berdiri tepat dihadapannya dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalan kantong celananya
gila nih orang kuat bener. Sampek
kebawa mental gue. Tapi dianya
tenang tenang aja. Uh! Dasar sial
"eh kalau jalan mata di depan. Emang lo pikir orang yang lo tabrak dibawah apa?!" seru gen jengkel
"lo gak nyadar? Orang yang barusan lo tabrak dubawah nih" solot tasya tak mau kalah
"itu sih salah lo sendiri. Masak ketabrak doang mental" jawab gen membenarkan diri
"uh! Dasar gak mau disalahin" celoteh tasya pelan seraya bangkit tuk berdiri.
"Lo ngomong apa barusan?" tanya gen yang sepertinya mendengar ucapan singkat tasya tadi.
"eh? Eng...gak gak papa. lo keren hari ini" jawab tasya mengelak "gue pulang dulu ya bye..." tasya mencoba mencoba menghindari gen
"tunggu" gen menarik tangan tasya hingga membuatnya terhenti melangkah.
celaka! Dia makek narik tangan gue segala lagi! Jangan jangan mau mgomel nih. Ngeselin banget sih! Duh! Jangan sampek gue dapet sial lagi!
"a...ada apa?" tanya tasya gelagapan
"gue pingin bace cerita lo" jawab gen berbisik
"ha? Cerita? Cerita apaan?" tanya tasya bingung
"ya cerita lo. Gue bilang cerita lo ya cerita lo!" bentak gen kasar
"cerita apaan sih? Ngarang lo ya?"
"lo geger otak atau gimana sih?! Lo yg nyuruh gue baca!"
"gue nyuruh lo? Aneh lo. Kenal aja baru. Kurang sehat lo ya?"
"gue? Lo nyuru gue baca. Sekarang lo malah nanya cerita apaan?!" wow gen sepertinya sudah sangat emosi. Lengan
Tasya yang masih di digenggamnya terus ditekan kuat olehnya
"aw.....!!!!! Sakit tau!!!!" rintih tasya kesakitan
"bodok" jawab gen santai
"bunda.... Hiks...... Hiks..... Hiks....." tasya menangis kesakitan
"nangis lagi! Dasar cengeng" hujat gen perlahan mulai melepaskan tangan tasya
" lo jahat!"
"lo bilang gue jahat?!"
"ya lo jahat! Gue benci lo!" ujar tasya seraya melangkah pergi dengan raut wajah kesal dan air matanya yang terus mengalir dipipi halusnya
apa sih maunya?! Kenal juga baru
udah ngomong sembarangan!
dasar! Cowok gak waras!

BAGIAN 2


2 comments for "Cinta seindah rumah pohon ( part 1 )"

  1. lagi otw baca cerita fiksinya. :)

    sudah saya follow, follow balik yaa :)

    http://octalana.blogspot.co.id/2016/01/finally.html

    ReplyDelete
  2. buat yg sudah baca tolong dikomen ya. klo ada yg salah mohon dimaafin deh maklum nia baru mau nyoba

    ReplyDelete